TEMA: PEDULI LINGKUNGAN
JAGALAH CINTAKU AGAR SUBUR
D
|
i sebuah sekolah
yang lumayan terkenal yaitu SMPN I BANDUNG, terdapat sekelompok remaja yang
sangat menyukai dunia elektronika. Mereka selalu mengikuti perkembangan IPTEK
yang berhubungan dengan elektro. Mereka terdiri dari 4 anak, yaitu: Anisa,Ndari,Reni,dan Febri. Mereka ber-4 sudah sahabatan sejak
awal masuk SMP, Febri selalu merasa kepedean
karena diantara 4 anak itu dia yang cowok sendiri, jadi dia merasa yang
paling ganteng. Kegiatan mereka sehari-hari waktu istirahat adalah ngumpul di taman sambil browsing ke internet
tentang dunia elektro, kadang nongkrong di perpus. Sebenarnya mereka semua
tidak terlalu pintar sekali, hanya saja mereka rajin. Dengan seringnya dia
bergelut dengan dunia elektro, kadang Febri kurang perhatian dengan keadaan lingkungan, Febri suka seenaknya
ngapain aja. Kadang dia suka membuang barang-barang sisa percobaan elektro di
sembarang tempat padahal itu semua kan gak ramah lingkungan. Sebenarnya sama P.Zein sudah di kasih tau
untuk memusnahkan sampah itu, tapi Febri masih tetap aja ngelakuin hal itu. Pada suatu hari P.Zein ngasih tau bahwa
akan ada lomba cipta robot sederhana untuk tingkat SMP, akhirnya setiap hari
mereka dibimbing P.Zein agar hasil mereka memuaskan dan dapat menjadi pemenang pada
kompetisi itu. Setelah cukup pembekalan dari P.Zein, kini tinggallah saatnya mereka mencoba materi
yang sudah diberikan P.Zein. Mereka mulai mempersiapkan bahan-bahannya, setelah siap semuanya
mereka bingung, karena mereka tidak punya tempat untuk menjalankan misi itu.
Sebenarnya sih bisa pakai lab di sekolah, tapi mana mungkin seandainya kita
lembur sampai malem. Febri punya ide, dia meminta kepada ayahnya agar
dibangunkan tempat untuk merakit robot itu. Memang sih ayah Febri seorang pejabat yang
kaya, apapun yang diminta Febri pasti diturutin termasuk Febri minta mobil langsung di beliin. Nah,
muncullah permasalahan itu, yaitu tidak adanya lahan untuk membangun
laboratorium mereka. Karena Febri ini orangnya mudah terhasut omongan orang lain(bego banget
ya),apalagi yang ngasih tau cewek yang di taksirnya yaitu Nadine. Nadine itu juga teman mereka ber-4, tapi mereka gak banyak tahu tentang dia karena dia pendiam
dan tertutup. Tapi sebenarnya Nadine nggak
suka sama tiga serangakai ini karena nadine menganggap kepopulerannya karena
kecantikannya sirna sejak mereka selalu memenangkan kompetisi cipta robot.
Akhirnya Nadine
pun mengacaukan kekompakan mereka, dengan Nadine ngasih saran ke Febri agar menyuruh ayahnya membeli tanah yang digunakan untuk daerah
resapan air sekaligus tempat tumbuhnya pohon-pohon yang subur sebagai aset
dunia (Nadine
tau kalau Anisa
paling gak suka dengan orang yang nggak jaga kelestarian lingkungan,kan anisa
itu anak alam banget). Nadine pikir dengan melakukan ini kelompok elektro
mereka pecah, selesai dan kepopuleran mereka redup, dan nadine kembali populer
lagi. Mendengar masalah itu anisa marah-marah tidak karuan, Nadine yang dianggapnya
baik,suka njaga lingkungan ternyata tega menyuruh Febri membangun bangunan
di lahan resapan air. Anisa mengetahui ini semua dari Reni yang sangat kepo
terhadap segala sesuatu, Reni tanya-tanya ke teman-teman Nadine, dan akhirnya Reni tau yang sebenarnya,lantas diceritakan ke Anisa. Setelah Anisa tau Anisa coba menyadarkan Febri bahwa jangan
semena-mena pada lingkungan, lingkungan itu sangat berguna bagi kita semua.
Anisa semakin marah ketika melihat para pekerja yang membangun tempat itu
menebangi pohon yang ada di lahan itu, apalagi di sana terdapat Nadine, Anisa langsung
teriak-teriak menghentika aksi ini, aksi itu terhenti,Nadine hanya bisa terdiam
melihat Anisa
seperti itu, Reni coba menenangkan Anisa, Kemudian datanglah Ndari bersama pak zein, P.Zein coba menyelesaikan masalah ini, yakni memberikan solusi tentang
tempat untuk praktek mereka, dan mengurusi Nadine . mereka semua memaafkan Nadine, dan semuanya
berakhir dengan tawa.
Di sebuah sekolah yang lumayan terkenal yaitu
SMPN I BANDUNG, terdapat sekelompok remaja yang sangat menyukai dunia
elektronika. Mereka selalu mengikuti perkembangan IPTEK yang berhubungan dengan
elektro. Dan memang kebetulan mereka satu kelas.
Bel istirahat berbunyi.
Anisa :
eh guys habis beli makanan aku tunggu kalian di taman ( berbicara kepada Ndari,Febri,dan Reni).
Reni :
okay loe bawa lepi nggak.?
Anisa
: ya bawalah, katanya anak elektro.
hehehe ( tersenyum bangga), udah buruan beli makanan sana.
Ndari :
emang loe nggak beli makanan nis, aku beliin ya.
Anisa :
ow iyha maksih nggak usah makanan deh,, eh-eh tapi minum aja ya, es teh.
Febri :
hemmb, katanya nggak usah tapi tetep minta yang lain dasar modus.
Anisa
: biarin mumpung gretong,,( sambil
tersenyu cekikikan) nggak pa-pa kan ndar?(sambil meyakinkan ndari).
Ndari : nggak papa kok,
Anisa : tuh denger Ndari aja nggak keberatan, kok loe yang repot sih
feb?
Reni : sudah2 yuk buruan, nanti
jam nya abis, tau. (berkata super lebay)
Anisa : siapa juga yang akan
doyan makan jam?
Reni : bercandanya jelek (cemberut).
Mereka semua tertawa, mendengar lucuan Anisa, dan bergegas ke
kantin. Beberapa menit kemudian mereka menghampiri Anisa yang sedang
mengutak-atik laptop sambil membawa makanan.
Ndari : ini nis minumnya.
Anisa : ehmm makasih cantik.
Reni
: ih Ndari doank yang cantik,
aku enggak
sebel deh ( berkata dengan lebay dan sok cantik)
Febri : kita mau ngapain disini.
Anisa : eh lo lupa ya
kebisaan kita, jangan2 loe amnesia ya,, apa loe
bukan Febri.?
Febri : ngaco loe,, gue Febri kok, tapi kok tumben , kayaknya serius
banget, khan bisanya kita santai di prpustakaan.
Anisa
: pekerjaan kita kali ini membutuhkan browsing
internet feb, nggak cuma sebendel kertas yang berisi tulisan , buku-buku maksud gue
(menambahkan kalimatnya)
Reni : emangnya apaan sih, mau ada kompetisi lagi ya.
Anisa :
ha itu tau, sebentar lagi ada lomba cipta robot sederhana
tingkat SMP se-kab.( Sambil melirik ke Febri, yang menatapnya dan Anisa tau apa yang di akan
ditanyakan Febri)
yang ngasih tau P.Zein, Febri.
Febri :kok loe tau gue mau nanya
itu.
Anisa
: tau lah orang
tatapan mata loe jelas banget.
Tiba-tiba pak zein datang.
P.Zein : (dengan karakter kalem,lembutnya pak zein menjelaskan) anak-anak
sudah tau kalo mau ada kompetisi
cipta robot sederhana?
Reni :udah bapak. Anisa yang
ngasih tau..
P.zein : kalo udah tau nanti siang saya tunggu di markas besar kita ya,, setelah pulang
sekolah(sambil tersenyum,soalnya pak zein kayak nggak bisa tertawa hanya bisa tersenyum walaupun
kejadiannya sangat lucu)
Febri,Reni:(menjawab bersamaan,dan
bersemangat) okey pak.
Ndari :cie ada yang kompakan
nih, (meledek mereka)
Anisa :
(menimpalkan balik) ecie,,ada yang cemburu nih.
Febri :sudah-sudah., mulai
cekcoknya, cewek tu ribet.
Anisa : ngomong apa loe.. loe
bilang cewek ribet? Mau gue tonjok.( marah ke febri)
Ndari : iyha tuh. , ngomong
seenaknya aja ( menambah perkataan anisa).
Reni
: tau tuh, aku khan paling gak suka kalo cewek di
bilang ribet, cewek itu khan makhluk yang indah,(berbicara dengan sedikit
lebay)
Ndari : reni sayangku, stop
lebaynya,
Reni : aku tu gak lebay taug ,(cemberut lagi).
Ndari : (sambil menjiwit pipi reni) ,jangan marah
donk,ntar cantiknya hilang lo.senyum donk
Reni : (sambil tersenyum) hhmmb,iya. Yuk kita
lanjutin browsingnya.
Anisa : ayo.
Sementara mereka melanjutkan brwsingnya, di
balik pohon ada Nadine yang sangat benci dengan
keakraban,candaan,tawa,kekonyolan,ketololan.dan.kelebay-an mereka.
Nadine : (menggerutu) kenapa sih mereka harus bisa se-akrab itu, bikin iri aja,
aku khan gak ada temen akrab,
Bel masuk berbunyi.
Febri :
guys ,, yuk masuk kelas,
Reni : ayo..
Anisa yang melihat nadine duduk sendiri di
balik pohon menyapanya
Anisa : nadine
ayo masuk kelas kenapa tadi nggak bareng sama kita-kita.
Nadine : hemmb iyha.
Ndari : iya kenapa nggak kumpul
sama kita aja.(heran)
Nadine : nggak kenapa –napa kok, aku takut ngganggu
kesibukan kalian.
Ndari :
ihh nggak papa kali.. udah yuk.
Pelajaran berlalu dengan lancar dan tibalah
saatnya untuk pulang, keempat anak itu segera bergegas menemui masternya di
marakas besar mereka. Dari kejauhan tampak P.Zein sudah duduk di depan lab. Febri menyapa P.Zein.
Febri : siang pak
zein...(berteriak dari kejauhan sambil berlari)
P.Zein : hemmb iya, siang juga Febri (dengan ekspresi
datar)
Febri : bapak kenapa kok lemes
nggak semangat?
P.Zein : nggak papa kok bapak cuma capek aja,nanti kalo udah bareng bercanda sama kalian semua pasti
ilang capeknya (sambil nunjuk ke mereka ber-4)
Anisa : beneran pak, kalau bapak capek istirahat aja, jangan di paksa, kita
bisa belajar sendiri kok pak.(sok
perhatian banget haha)
P.Zein : sudahlah nggak
pa-pa.., ayo kita mulai.
Mereka benar-benar siswa yang sangat rajin dan
serius, mereka selalu memperhatikan apa yang telah di sampaikan Pak Zein. Mereka sangat
menghargai Pak
Zein, biasnya
kalau anak-anak seusia mereka, dikasih penjelasan pasti ada yang celometan,
tapi sangat beda sama mereka. Sementara mereka serius membaca buku referensi,Pak Zein mengagetkan mereka
dengan berbicara.
P.Zein : satu yang harus kalian ingat, kalian memang harus punya mimpi, tapi
kalian nggak usah bingung untuk mewujudkan mimpi itu dengan rumus-rumus yang
rumit, hanya perlu mempercayai bahwa mimpi itu akan terwujud dan taruh mimpi
itu 5 cm di depan kening kalian.
Anisa : pak, bapak dapat kata-kata itu dari novel 5 cm ya.. karya Dony Dhirgantoro
khan,, soalnya aku kemarin baru baca,.hehehe(berlagak sok tau)
P.Zein : iya anisa, kamu benar,bapak juga baru selesai membacanya,
Anisa :hehehe,(tertawa
bangga karena udah lebih tau dari teman2nya)
P.Zein : kamu suka baca novel.?
Anisa :
nggak terlalu sih pak,
P.Zein : owh iya, dan Febri jangan suka buang sisa-sisa barang praktikum ke sembarang tempat
barang itu khan nggak ramah lingkungan,.
Febri : eh,.
Iya-iya pak..
Reni :
Cuma iya-iya doank. nyatanya mana,
janji palsu (sambil cemberut lagi)
P.Zein : untuk pembekalan kali ini selesai, anak-anak silahkan kalian coba rakit robot yang
konsepnya dapat ngeringankan pekerjaan manusia.
Ndari : iya pak,kapan kita bisa memulainya.?
P.Zein : besok juga bisa, tapi buat sendiri ya ,tanpa bantuan saya, nanti jika sudah bener-bener
nggak bisa baru bapak bantuin.
Reni : tempatnya?
Ndari : ya disini lah cantik.
Febri : tapi kalo kita mau
lembur sampai malam gimana?
Anisa : udah
itu di pikir nanti aja.
P.Zein : sudah ya anak-anak, bapak
pulang dulu, kunci ruangan ini kalian aja yang bawa,
Febri : okey pak.
Pak zein pulang,
mereka pun keluar ruangan itu. Tiba-tiba reni berbicara di saat mereka bersia-siap pulang.
Reni : yah,, dimana kita ngrakitnya
?
Febri :aku punya ide , aku minta
ayahku aja , biar di bangunin tempat buat markas kita
Ndari : owh,tumben pinter ,kamu cepetan ngomong ya , besok kasih tau kita.
Febri : ok guys. Udah yuk
pulang.
Sampai di rumah Febri langsung bilang ke ayahnya, ayahnya
menyetujui namun masalahnya tidak ada lahan untuk membangun itu. Keesokan harinya di sekolah.
Febri : (berlari menuju bangku
taman yang disana ada teman-temannya), temen-temen.
Reni : eh febri, gimana?
Febri : sama ayah sih udah boleh tinggal nyari lahan aja.
Pada saat itu Nadine berada di balik pohon mengintai mereka, dan muncullah otak licik Nadine. Pada saat itu Febri sedang jalan menuju kelas sendirian,dan Nadine mengejarnya.
Nadine : Febri.. (berlari
mengejar febri)
Febri : (wajah Febri senang, berbunga-bunga karena di panggil
cewek yang di sukainya),ada apa Nadine.
Nadine : kamu bingung tentang lahan untuk bangun lab ya,? kenapa nggak coba di
lahan kosong di dekat rumah kamu yang ditanami poho-pohon itu.
Febri : owh iya-ya, deket lagi.makasih ya udah ngingetin aku cantik. (bodoh banget febri kok langsung
nurut ya)
Nadine :iya,sama2 (tersenyum) ayah kamu pasti mau beli itu untuk kamu.
Febri pun pulang, dia bilang ke ayahnya ,
ayahnya juga menuruti permintaan Febri. Febri ngasih tau ke teman-temannya untuk ngeliat lahannya besok,
kebetulan besok libur. Ndari yang mengetahui bahwa lahan itu adalah lahan untuk resapan
air dan daerah penghijauan langsung berpikir, dia berpikir pasti Anisa langsung marah. Dia
langsung berputar otak, menghubungi P.Zein untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
besok. Reni juga tau tentang hal itu, karena dia keceplosan, dia ngmong ke Anisa. Padahal Ndari sudah melarangnya(bego’ banget ya). Tiba keesokan
harinya Anisa
segera bergegas ke tempat itu. Sesampainya di sana, Anisa langsung shock,
teriak-teriak (kayak orang gila
aja ,haha)
Anisa :
(bertiak-teriak keras, menahan marah benci dan
kesedihannya melihat lahan itu sudah gersang)cukup .sudah. hentikan,, jangan
tebang cinta ku begini, sehausnya kalian semua harus bisa jaga cinta ini agar
subur, kamu ngerti feb, kamu seharusnya jaga cinta ini agar subur feb, nggak
malah
nebangin cinta nggak karuan,, lagian kamu nggak ingat sama kata-kata aku tolong
jaga cinta agar tetap subur(berbicara sedikit pelan, dan terhenti,gaya bicara Anisa mulai lebay, mulai
bersair sok pakai peribahasa)
Febri :maaf anisa, kok cinta
sih..?(berlagak nggak tau, bingung)
Anisa : masak sih kamu nggak ngerti,. Cinta itu sama dengan pohon, karena
pohon adalah bentuk cinta ku ke alam, kamu tau kan pohon itu aset lingkungan, paham pohon
itu cinta feb.,
Reni
:(berusaha menenangkan Anisa) sudah-sudah Anisa selesai,, minum
dulu.(Reni
mendekati Febri
dan bicara dengan halus,lembut,tapi setengah memarahi febri dan memaki febri)
febri kamu sudah puas, bikin anisa seperti itu, emang jarang
orang yang cintanya ke lingkungan berlebihn ,tapi ini perlu di contoh. kamu tolol,bodoh febri.( nada nya
semakin tinggi,berbicara ke nadine) lagian kamu Nadine, kalo kamu benci sama kita itu nggak gini
caranya, nggak harus ngancurin persahabatan kita, kamu memanfaatkan rasa
cintanya Febri
ke kamu dengan kamu ngelakuin hal semaumu.gitu?
Nadine hanya bisa terdiam, kemudian datanglah Ndari bersama P.Zein, Ndari mendekati Anisa, dan P.Zein pun menengahi
mereka.
P.Zein : cukup-cukup sudah , Nadine kamu ini bener-bener ya, kalau memang mau terkenal raihlah prestasi
jangan seperti ini.,saya juga sangat nggak suka kalo ada orang yang suka ngrusak
lingkungan, nggak hanya Anisa saja,, saya sangat sedih melihat semua ini.apalagi tanah ini di
khususkan untuk resapan air, tanpa resapan air kota kita banjir tau, lahan resapan itu sangat
membantu kita.
Febri : maaf kan saya pak., saya mudah percaya omongan orang
tanpa pikir panjang.(menyesal)
P.Zein : sudah-sudah sekarang bapak punya solusi untuk lab kalian, kalian bisa
gunain gudang bapak, besok sepulang sekolah kita bersihkan sama-sama,
Febri :iya pak.(berjalan mendekati Anisa) nis... aku minta
maaf ya, aku terlalu egois,, aku terlalu mengikuti perasaanku.
Anisa : iya feb, sudahlah aku
sudah maafin kamu.
P.Zein : sudah Nadine ayo ikut saya.. ok anak-anak hebatku selamat berkarya, bapak
tunggu kalian besok, bapak mau ngurus masalah yang ini., Nadine ayo minta maaf ke
mereka semua.
Nadine : maaf ya teman-teman aku khilaf, aku nggak ngira ternyata kalian semua itu baik
ke aku, tapi aku malah ngejahatin kalian
Ndari :iya din. Semoga ini bisa
jadi pelajaran yang sangat berharga dan akan selalu ku kenang.
Anisa : iyha din.
Reni : iyha kita masih mau jadi
temen lo kok.
Nadine : makasih temen-temen,
Mereka semua berpelukan , dan febri menyusul
akan meluk mereka namun pak zein mencegah.
P.Zein : (berbicara agak cepat dan mengagetkan) eh.. febri.. stop.(sambil
menggelengkan kepalanya) bukan mukhrim nak.
Febri : (tersenyum) owh., ok
pak.saya khilaf pak.
Mereka semua tertawa.persahabatan yang sungguh indah.
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar