Selasa, 03 Februari 2015

DRAMA TENTANG CINTA LINGKUNGAN



TEMA: PEDULI LINGKUNGAN

JAGALAH CINTAKU AGAR SUBUR
D
i sebuah sekolah yang lumayan terkenal yaitu SMPN I BANDUNG, terdapat sekelompok remaja yang sangat menyukai dunia elektronika. Mereka selalu mengikuti perkembangan IPTEK yang berhubungan dengan elektro. Mereka terdiri dari  4 anak, yaitu: Anisa,Ndari,Reni,dan Febri. Mereka ber-4 sudah sahabatan sejak awal masuk SMP, Febri selalu merasa kepedean karena diantara 4 anak itu dia yang cowok sendiri, jadi dia merasa yang paling ganteng. Kegiatan mereka sehari-hari  waktu istirahat adalah ngumpul di taman sambil browsing ke internet tentang dunia elektro, kadang nongkrong di perpus. Sebenarnya mereka semua tidak terlalu pintar sekali, hanya saja mereka rajin. Dengan seringnya dia bergelut dengan dunia elektro, kadang Febri kurang perhatian dengan keadaan lingkungan, Febri suka seenaknya ngapain aja. Kadang dia suka membuang barang-barang sisa percobaan elektro di sembarang tempat padahal itu semua kan gak ramah lingkungan. Sebenarnya sama P.Zein sudah di kasih tau untuk memusnahkan sampah itu, tapi Febri masih tetap aja ngelakuin hal itu. Pada suatu hari P.Zein ngasih tau bahwa akan ada lomba cipta robot sederhana untuk tingkat SMP, akhirnya setiap hari mereka dibimbing P.Zein agar hasil mereka memuaskan dan dapat menjadi pemenang pada kompetisi itu. Setelah cukup pembekalan dari P.Zein, kini tinggallah saatnya mereka mencoba materi yang sudah diberikan P.Zein. Mereka mulai mempersiapkan bahan-bahannya, setelah siap semuanya mereka bingung, karena mereka tidak punya tempat untuk menjalankan misi itu. Sebenarnya sih bisa pakai lab di sekolah, tapi mana mungkin seandainya kita lembur sampai malem. Febri punya ide, dia meminta kepada ayahnya agar dibangunkan tempat untuk merakit robot itu. Memang sih ayah Febri seorang pejabat yang kaya, apapun yang diminta Febri pasti diturutin termasuk Febri minta mobil langsung di beliin. Nah, muncullah permasalahan itu, yaitu tidak adanya lahan untuk membangun laboratorium mereka. Karena Febri ini orangnya mudah terhasut omongan orang lain(bego banget ya),apalagi yang ngasih tau cewek yang di taksirnya yaitu Nadine. Nadine itu  juga teman mereka ber-4, tapi mereka  gak banyak tahu tentang dia karena dia pendiam dan tertutup. Tapi sebenarnya Nadine nggak suka sama tiga serangakai ini karena nadine menganggap kepopulerannya karena kecantikannya sirna sejak mereka selalu memenangkan kompetisi cipta robot. Akhirnya Nadine pun mengacaukan kekompakan mereka, dengan Nadine ngasih saran ke Febri agar menyuruh ayahnya membeli tanah yang digunakan untuk daerah resapan air sekaligus tempat tumbuhnya pohon-pohon yang subur sebagai aset dunia (Nadine tau kalau Anisa paling gak suka dengan orang yang nggak jaga kelestarian lingkungan,kan anisa itu anak alam banget). Nadine pikir dengan melakukan ini kelompok elektro mereka pecah, selesai dan kepopuleran mereka redup, dan nadine kembali populer lagi. Mendengar masalah itu anisa marah-marah tidak karuan, Nadine yang dianggapnya baik,suka njaga lingkungan ternyata tega menyuruh Febri membangun bangunan di lahan resapan air. Anisa mengetahui ini semua dari Reni yang sangat kepo terhadap segala sesuatu, Reni tanya-tanya ke teman-teman Nadine, dan akhirnya Reni tau yang sebenarnya,lantas diceritakan ke Anisa. Setelah Anisa tau Anisa coba menyadarkan Febri bahwa jangan semena-mena pada lingkungan, lingkungan itu sangat berguna bagi kita semua. Anisa semakin marah ketika melihat para pekerja yang membangun tempat itu menebangi pohon yang ada di lahan itu, apalagi di sana terdapat Nadine, Anisa langsung teriak-teriak menghentika aksi ini, aksi itu terhenti,Nadine hanya bisa terdiam melihat Anisa seperti itu, Reni coba menenangkan Anisa, Kemudian datanglah Ndari bersama pak zein, P.Zein coba menyelesaikan masalah ini, yakni memberikan solusi tentang tempat untuk praktek mereka, dan mengurusi Nadine . mereka semua memaafkan Nadine, dan semuanya berakhir dengan tawa.

Di sebuah sekolah yang lumayan terkenal yaitu SMPN I BANDUNG, terdapat sekelompok remaja yang sangat menyukai dunia elektronika. Mereka selalu mengikuti perkembangan IPTEK yang berhubungan dengan elektro. Dan memang kebetulan mereka satu kelas.
Bel istirahat berbunyi.
Anisa     : eh guys habis beli makanan aku tunggu kalian di taman ( berbicara kepada Ndari,Febri,dan Reni).
Reni       : okay loe bawa lepi nggak.?
Anisa     : ya bawalah, katanya anak elektro. hehehe ( tersenyum bangga), udah buruan beli makanan sana.
Ndari     : emang loe nggak beli makanan nis, aku beliin ya.
Anisa     : ow iyha maksih nggak usah makanan deh,, eh-eh tapi minum aja ya, es teh.
Febri      : hemmb, katanya nggak usah tapi tetep minta yang lain dasar modus.
Anisa     : biarin mumpung gretong,,( sambil tersenyu cekikikan) nggak pa-pa kan ndar?(sambil meyakinkan ndari).
Ndari     : nggak papa kok,
Anisa     :  tuh denger Ndari aja nggak keberatan, kok loe yang repot sih feb?
Reni       : sudah2 yuk buruan, nanti jam nya abis, tau. (berkata super lebay)
Anisa     : siapa juga yang akan doyan makan jam?
Reni       : bercandanya jelek (cemberut).
Mereka semua tertawa, mendengar lucuan Anisa, dan bergegas ke kantin. Beberapa menit kemudian mereka menghampiri Anisa yang sedang mengutak-atik laptop sambil membawa makanan.
Ndari     : ini nis minumnya.
Anisa     :  ehmm makasih cantik.
Reni       : ih Ndari doank yang cantik, aku enggak sebel deh ( berkata dengan lebay dan sok cantik)
Febri      :  kita mau ngapain disini.
Anisa     : eh lo lupa ya kebisaan  kita, jangan2 loe amnesia ya,, apa loe bukan Febri.?
Febri      : ngaco loe,, gue Febri kok, tapi kok tumben , kayaknya serius banget, khan bisanya kita santai di prpustakaan.
Anisa     : pekerjaan kita kali ini membutuhkan browsing internet feb, nggak cuma sebendel kertas yang berisi tulisan , buku-buku maksud gue (menambahkan kalimatnya)
Reni       :  emangnya apaan sih, mau ada kompetisi lagi ya.
Anisa     : ha itu tau, sebentar lagi ada lomba cipta robot sederhana tingkat SMP se-kab.( Sambil melirik ke Febri, yang menatapnya dan Anisa tau apa yang di akan ditanyakan Febri) yang ngasih tau P.Zein, Febri.
Febri      :kok loe tau gue mau nanya itu.
Anisa     : tau lah orang tatapan mata loe jelas banget.
Tiba-tiba pak zein datang.
P.Zein   : (dengan karakter kalem,lembutnya pak zein menjelaskan) anak-anak sudah tau kalo mau           ada kompetisi cipta robot sederhana?
Reni       :udah bapak. Anisa yang ngasih tau..
P.zein    : kalo udah tau nanti siang saya tunggu di markas besar kita ya,, setelah pulang sekolah(sambil tersenyum,soalnya pak zein kayak nggak bisa tertawa hanya bisa tersenyum walaupun kejadiannya sangat lucu)
Febri,Reni:(menjawab bersamaan,dan bersemangat) okey pak.
Ndari     :cie ada yang kompakan nih, (meledek mereka)
Anisa     : (menimpalkan balik) ecie,,ada yang cemburu nih.
Febri      :sudah-sudah., mulai cekcoknya, cewek tu ribet.
Anisa     : ngomong apa loe.. loe bilang cewek ribet? Mau gue tonjok.( marah ke febri)
Ndari     : iyha tuh. , ngomong seenaknya aja ( menambah perkataan anisa).
Reni       : tau tuh, aku khan paling gak suka kalo cewek di bilang ribet, cewek itu khan makhluk yang indah,(berbicara dengan sedikit lebay)
Ndari     : reni sayangku, stop lebaynya,
Reni       : aku tu gak lebay taug ,(cemberut lagi).
Ndari     : (sambil menjiwit pipi reni) ,jangan marah donk,ntar cantiknya hilang lo.senyum donk
Reni       : (sambil tersenyum) hhmmb,iya. Yuk kita lanjutin browsingnya.
Anisa     : ayo.
Sementara mereka melanjutkan brwsingnya, di balik pohon ada Nadine yang sangat benci dengan keakraban,candaan,tawa,kekonyolan,ketololan.dan.kelebay-an mereka.
Nadine : (menggerutu) kenapa sih mereka harus bisa se-akrab itu, bikin iri aja, aku khan gak ada temen akrab,
Bel masuk berbunyi.
Febri      : guys ,, yuk masuk kelas,
Reni       : ayo..
Anisa yang melihat nadine duduk sendiri di balik pohon menyapanya
Anisa     : nadine ayo masuk kelas kenapa tadi nggak bareng sama kita-kita.
Nadine : hemmb iyha.
Ndari     : iya kenapa nggak kumpul sama kita aja.(heran)
Nadine : nggak kenapa –napa kok, aku takut ngganggu kesibukan kalian.
Ndari     : ihh nggak papa kali.. udah yuk.
Pelajaran berlalu dengan lancar dan tibalah saatnya untuk pulang, keempat anak itu segera bergegas menemui masternya di marakas besar mereka. Dari kejauhan tampak P.Zein sudah duduk di depan lab. Febri menyapa P.Zein.
Febri      : siang pak zein...(berteriak dari kejauhan sambil berlari)
P.Zein   : hemmb iya, siang juga Febri (dengan ekspresi datar)
Febri      : bapak kenapa kok lemes nggak semangat?
P.Zein   : nggak papa kok bapak cuma capek aja,nanti kalo udah bareng bercanda sama kalian semua pasti ilang capeknya (sambil nunjuk ke mereka ber-4)
Anisa     : beneran pak, kalau bapak capek istirahat aja, jangan di paksa, kita bisa belajar sendiri kok pak.(sok perhatian banget haha)
P.Zein   : sudahlah nggak pa-pa.., ayo kita mulai.
Mereka benar-benar siswa yang sangat rajin dan serius, mereka selalu memperhatikan apa yang telah di sampaikan Pak Zein. Mereka sangat menghargai Pak Zein, biasnya kalau anak-anak seusia mereka, dikasih penjelasan pasti ada yang celometan, tapi sangat beda sama mereka. Sementara mereka serius membaca buku referensi,Pak Zein mengagetkan mereka dengan berbicara.
P.Zein   : satu yang harus kalian ingat, kalian memang harus punya mimpi, tapi kalian nggak usah bingung untuk mewujudkan mimpi itu dengan rumus-rumus yang rumit, hanya perlu mempercayai bahwa mimpi itu akan terwujud dan taruh mimpi itu 5 cm di depan kening kalian.
Anisa     : pak, bapak dapat kata-kata itu dari novel  5 cm ya.. karya Dony Dhirgantoro khan,, soalnya aku kemarin baru baca,.hehehe(berlagak sok tau)
P.Zein   : iya anisa, kamu benar,bapak juga baru selesai membacanya,
Anisa     :hehehe,(tertawa bangga karena udah lebih tau dari teman2nya)
P.Zein   : kamu suka baca novel.?
Anisa     : nggak terlalu sih pak,
P.Zein   : owh iya, dan Febri jangan suka buang sisa-sisa barang praktikum ke sembarang tempat barang itu khan nggak ramah lingkungan,.
Febri      : eh,. Iya-iya pak..
Reni       : Cuma iya-iya doank. nyatanya mana, janji palsu (sambil cemberut lagi)
P.Zein   : untuk pembekalan kali ini selesai, anak-anak silahkan kalian coba rakit robot yang konsepnya dapat ngeringankan pekerjaan manusia.
Ndari     : iya pak,kapan  kita bisa memulainya.?
P.Zein   : besok juga bisa, tapi buat sendiri ya ,tanpa bantuan saya, nanti jika sudah bener-bener nggak bisa baru bapak bantuin.
Reni       : tempatnya?
Ndari     : ya disini lah cantik.
Febri      : tapi kalo kita mau lembur sampai malam gimana?
Anisa     : udah itu di pikir nanti aja.
P.Zein   : sudah ya anak-anak, bapak pulang dulu, kunci ruangan ini kalian aja yang bawa,
Febri      : okey pak.
Pak zein  pulang, mereka pun keluar ruangan itu. Tiba-tiba reni berbicara di saat mereka bersia-siap pulang.
Reni       : yah,, dimana kita ngrakitnya ?
Febri      :aku punya ide , aku minta ayahku aja , biar di bangunin tempat buat markas kita
Ndari     : owh,tumben  pinter ,kamu cepetan ngomong ya , besok kasih tau kita.
Febri      : ok guys. Udah yuk pulang.
Sampai di rumah Febri langsung bilang ke ayahnya, ayahnya menyetujui namun masalahnya tidak ada lahan untuk membangun itu. Keesokan harinya di sekolah.
Febri      : (berlari menuju bangku taman yang disana ada teman-temannya), temen-temen.
Reni       : eh  febri, gimana?
Febri      : sama ayah sih udah boleh tinggal nyari lahan aja.
Pada saat itu Nadine berada di balik pohon mengintai mereka, dan muncullah otak licik Nadine. Pada saat itu Febri sedang  jalan menuju kelas sendirian,dan Nadine mengejarnya.
Nadine : Febri.. (berlari mengejar febri)
Febri      : (wajah Febri senang, berbunga-bunga karena di panggil cewek yang di sukainya),ada apa Nadine.
Nadine : kamu bingung tentang lahan untuk bangun lab ya,? kenapa nggak coba di lahan kosong di dekat rumah kamu yang ditanami poho-pohon itu.
Febri      : owh iya-ya, deket lagi.makasih ya udah ngingetin aku cantik. (bodoh banget febri kok langsung nurut ya)
Nadine                 :iya,sama2 (tersenyum)  ayah kamu pasti mau beli itu untuk kamu.
Febri pun pulang, dia bilang ke ayahnya , ayahnya juga menuruti permintaan Febri. Febri ngasih tau ke teman-temannya untuk ngeliat lahannya besok, kebetulan besok libur. Ndari yang mengetahui bahwa lahan itu adalah lahan untuk resapan air dan daerah penghijauan langsung berpikir, dia berpikir pasti Anisa langsung marah. Dia langsung berputar otak, menghubungi P.Zein untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan besok. Reni juga tau tentang hal itu, karena dia keceplosan, dia ngmong ke Anisa. Padahal Ndari sudah melarangnya(bego’ banget ya). Tiba keesokan harinya Anisa segera bergegas ke tempat itu. Sesampainya di sana, Anisa langsung shock, teriak-teriak (kayak orang gila aja ,haha)
Anisa     : (bertiak-teriak keras, menahan marah benci dan kesedihannya melihat lahan itu sudah gersang)cukup .sudah. hentikan,, jangan tebang cinta ku begini, sehausnya kalian semua harus bisa jaga cinta ini agar subur, kamu ngerti feb, kamu seharusnya jaga cinta ini agar subur feb, nggak malah nebangin cinta nggak karuan,, lagian kamu nggak ingat sama kata-kata aku tolong jaga cinta agar tetap subur(berbicara sedikit pelan, dan terhenti,gaya bicara Anisa mulai lebay, mulai bersair sok pakai peribahasa)
Febri      :maaf anisa, kok cinta sih..?(berlagak nggak tau, bingung)
Anisa     : masak sih kamu nggak ngerti,. Cinta itu sama dengan pohon, karena pohon adalah bentuk cinta ku ke alam, kamu tau kan pohon itu aset lingkungan, paham pohon itu cinta feb.,
Reni       :(berusaha menenangkan Anisa) sudah-sudah Anisa selesai,, minum dulu.(Reni mendekati Febri dan bicara dengan halus,lembut,tapi setengah memarahi febri dan memaki febri) febri kamu sudah puas, bikin anisa seperti itu, emang  jarang orang yang cintanya ke lingkungan berlebihn ,tapi ini perlu di contoh. kamu tolol,bodoh febri.( nada nya semakin tinggi,berbicara ke nadine) lagian kamu Nadine, kalo kamu benci sama kita itu nggak gini caranya, nggak harus ngancurin persahabatan kita, kamu memanfaatkan rasa cintanya Febri ke kamu dengan kamu ngelakuin hal semaumu.gitu?
Nadine hanya bisa terdiam, kemudian datanglah Ndari bersama P.Zein, Ndari mendekati Anisa, dan P.Zein pun menengahi mereka.
P.Zein   : cukup-cukup sudah , Nadine kamu ini bener-bener  ya, kalau memang mau terkenal raihlah prestasi jangan seperti ini.,saya juga sangat nggak suka kalo ada orang yang suka ngrusak lingkungan, nggak hanya Anisa saja,, saya sangat sedih melihat semua ini.apalagi tanah ini di khususkan untuk resapan air, tanpa resapan air kota kita banjir tau, lahan resapan itu sangat membantu kita.
Febri      : maaf kan  saya pak., saya mudah percaya omongan orang tanpa pikir panjang.(menyesal)
P.Zein   : sudah-sudah sekarang bapak punya solusi untuk lab kalian, kalian bisa gunain gudang bapak, besok sepulang sekolah kita bersihkan sama-sama,
Febri      :iya pak.(berjalan mendekati Anisa) nis... aku minta maaf ya, aku terlalu egois,, aku terlalu mengikuti perasaanku.
Anisa     : iya feb, sudahlah aku sudah maafin kamu.
P.Zein   : sudah Nadine ayo ikut saya.. ok anak-anak hebatku selamat berkarya, bapak tunggu kalian besok, bapak mau ngurus masalah yang ini., Nadine ayo minta maaf ke mereka semua.
Nadine : maaf ya teman-teman aku khilaf, aku nggak ngira ternyata kalian semua itu baik ke aku, tapi aku malah ngejahatin kalian
Ndari     :iya din. Semoga ini bisa jadi pelajaran yang sangat berharga dan akan selalu ku kenang.
Anisa     : iyha din.
Reni       : iyha kita masih mau jadi temen lo kok.
Nadine : makasih temen-temen,
Mereka semua berpelukan , dan febri menyusul akan meluk mereka namun pak zein mencegah.
P.Zein   : (berbicara agak cepat dan mengagetkan) eh.. febri.. stop.(sambil menggelengkan kepalanya) bukan mukhrim nak.
Febri      : (tersenyum) owh., ok pak.saya khilaf pak.
Mereka semua tertawa.persahabatan yang sungguh indah.

šššššššššš SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar